Pukul 9 pagi waktu itu, aku menemukan isi kepalaku berkurang. Di bagian depan dan belakang. Hari-hari sebelumnya, isi kepala yang telah hilang itu membuatku sulit meluruskan posisi kepala. Terkadang, bagian dahi telampau berat hingga aku sering nyaris terjatuh tanpa mempedulikan lokasi. Benar-benar pagi yang ganjil, karena memang tidak biasanya aku merasakan seperti itu. Biasanya kepala berat, sangat.
Banyak bekas luka di kakinya. Rambutnya pendek seleher dan
tidak wangi. Ruang-ruang di rumah ini berbau tembakau akibat kebiasaannya. Dia
memanggilku anak dan menjuluki dirinya mamaku. Bukannya tidak sudi, tetapi
aku sudah memiliki ibu.
Pertama kali memasuki tempat tinggal Sofie, aroma lepek menyeruak dari dinding lembab dan udara yang jarang terganti. Dia membuka pintu kandang.
Harapnya, aku dapat menjelajah rumah agar terbiasa. Namun aku hanya berdiam
di atas meja makan, memandang kecoak-kecoak merdeka di bawah lemari makan. Dia menyiapkan bak buang
air, mangkuk makanan dan air minum di garasi yang sebenarnya menyatu dengan
ruang keluarga. Dia memintaku minum, aku tidak bergeming. Air itu dari sumur
bor.
Aku bergerak dalam dunia teramat sempit, meski beruang-ruang. Di luar sana, ada yang dapat bergerak bebas, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu ide ke ide lainnya. Aku di sini-sini saja. Ambang pintu ke dapur, kadang kala ke kamar mandi. Saat lelah, aku berdiam di dalam kamar tidur. Di depan rak buku seorang teman, [At least you keep the knife away].air mataku mengalir tak lagi menetes.
Disclaimer: Tulisan
ini bukan bermaksud menyerang siapapun atau lembaga manapun, tolong jangan dicocoklogikan.
Ramai warganet melirik ke ilmu
tata bahasa setelah keluarnya cuplikan video wawancara eksklusif antara Najwa
Shihab dan Presiden RI baru-baru ini. Cuplikan tersebut amat singkat dengan
langsung menampilkan satu pertanyaan saja. Lalu bagian jawaban Joko Widodo
terpotong. Bagi kamu yang pernah membuat teaser
promosi suatu tayangan, memotong di bagian yang memancing curiosity penonton merupakan skill tingkat tinggi. Cuplikan tersebut
hanya sebagian kecil dari durasi total wawancara. Ibaratnya film, cuplikan itu
adalah teaser dan video penuhnya merupakan filmnya. Bisakah kita menyimpulkan
film tersebut hanya dari teaser-nya saja? Tidak.