Makassar Film Festival?



Beberapa tahun silam, tanpa peralatan yang memadai, tanpa pelatihan khusus, bahkan dana yang cukup, saya dan teman-teman yang memiliki minat kuat pada perfilman berkumpul dalam komunitas bernama Findie Makassar. Kami bukan dari lembaga kursus perfilman, studi ilmu komunikasi, atau kampus yang mengajarkan film dan pertelevisian. Kami hanyalah penikmat film yang penasaran bagaimana cara berkarya melalui media audio-visual. Saya dan almarhum teman saya belajar sastra asing, seorang lagi adalah mahasiswa teknik elektro, dan dua orang merupakan arsitek, kami memanfaatkan hasil pembelajaran dari studi masing-masing untuk diterapkan dalam membuat film. Semangat yang besar menjadikan Findie Makassar sebagai komunitas sederhana dengan pintu yang terbuka luas untuk siapapun. Dalam tahun-tahun aktif kami, Findie Makassar menjadi komunitas film-enthuasiast yang ramah, toleran, dan fleksibel di kota Daeng.

Seperti Rindunya Petani

Aku merindukanmu seperti petani kepada hujan di bulan September.
...

Hujan pertama Oktober, membasahi tanah yang kutatap geram. Ada kesejukan yang tidak selesai. Aku enggan meratap, ini keputusan yang kami buat bersama tanpa kata-kata.

Aku merasakannya, ayah. Perasaanmu pasti remuk kala itu, menyimak anak-anakmu bertengkar dan kau tidak dapat berbuat apa-apa. Aku merasakannya, ayah. Bagaimana kau ingin kupapah beranjak meninggalkan rumah itu demi menjalani sisa usiamu bersamaku, ya, juga dengan kucing-kucing ini. Aku merasakannya, ayah. karena itu aku menangis di sini.

BE GENUINE!

It's not that easy, living a life with many heart breaking experiences. Everybody wants a perfect family, the loyal one with eternal warmth. And mine, suck like losing a poker game in Texas after all in.

No, I'm not regretting this. I explain something here, to make one of you, understand about how difficult life can be but we gotta survive however. And If one of you cries your miserable life, probably you need to see somebody else's life. Her can be more difficult but she still can manage how to smile everyday.

I don't blame my self for having such a fragile heart. That is the function of it, isn't it? Your heart is made to feel, to feel hurt included. You need to worry if it didn't work anymore.

For a long time, I've been thought that It was me. I was the one who created all these painful feelings. But now, no need to blame. That's how this life works. You need to keep breaking your heart until it's opened, Rumi said. Yin-yang again. We need to enjoy every moment, your struggling to stay out of it is what hurts you. Be alive in every moment.

I have forgiven and forgotten all the agents, the mistakes, the painful things. Right now, I'm changing, reshaping my way of life. I am creating a new life style where no fake people, fake moments, and fake promises can enter. And I will never stop being myself, like honest to everything or not saying a word. 

Like if a friend tells my secret to somebody else, I dismiss him.
If a lover wanna be comes only for love, I dismiss him.
If somebody says he likes me, I doubt it until I see what he could do to prove it.
If a place wanted me to stay, the system will make me feel comfortable.
I will never work for "thanks" only
I will never help before being asked anymore
Whoever act disrespectful to me, I dismiss him.

This planet is already too fvcking dirty filled with smart people who love to make fools at the others. They are the real disaster. I will never stop being a genuine person until I die, never give a fvck to the dirty society, whoever they are, their attitudes are all that matter.

So are you,
Never feel shy for being genuine. Don't stop being genuine.





Pohon

Pohon yang tumbuh di dalamku
sekali-kali kunjungilah, wahai kawan lamaku
tetapi jangan membawa garam

tidakkah kau inginkan buahnya
- sebagai penggenap sarapan
nanti, di meja makan keluargamu
yang di sisinya duduk sebatang pohon?


Your Ex-Cave
Makassar, 7 September 2018

Blessed Friday

I want to paint my helmet all black and stick on a "cat does fvck you" sticker in the middle of its back side, like I give the same to all riders and drivers behind, while I am knifing the wind with speed and sound.

I fell in love, stupidly
See his shadows ever since, on every corner
haunting like the bad habit I left years ago
I left my life with him, high hope
to that low percentage, I don't even pray for
I belong to somebody else, I can feel it.




Sinful lovers once shared things,
as pressures to ask forgiveness in this holy day.

Mata Ketiga, Perang, dan Perjalanan


Seakan dahulu, seorang saman berhasil membuka mata ketigaku: untuk melihat hal-hal buruk di dunia ini. Pada ritual kedua, dukun itu menutup bagian dari jiwaku yang mampu merasakan kebahagian di dunia ini. Kini aku hanya mampu melihat keburukan-keburukan dan bersedih terhadapnya.

Sebagai seorang prajurit yang dibaiat di puncak bukit kharismatik, ada perang yang tak perlu aku ladeni. Yaitu perang melawan sekelompok manusia lemah dan dungu. Tentu saja tak adil melawan mereka, sebab saya memiliki tingkat pemikiran yang lebih baik dan kekuatan yang jauh lebih besar. Lalu prajurit sepertiku hanya dapat menunjukkan rasa kasihan.

Dengan perasaan itu, aku melangkah pergi, menuju tanah baru dengan segala kejutannya. Ya, prajurit pengembara. Menggunakan mata batinnya untuk melihat kepedihan, menyerapnya, membantu orang-orang baik dan berpikiran tinggi yang sedang berusaha mengobati luka-luka dunia. Perang yang melibatkan mereka akan menjadi tempatku berada. 

Racun Dunia

Anjiiir.....
Lagu yang mengatakan bahwa wanita adalah racun dunia itu adalah lagu sampah. Seenaknya menuduh racun dunia adalah perempuan. Penciptanya, penyanyinya, yang mempopulerkan adalah laki-laki, justru merekalah racunnya.

Episode yang Berulang

Sekarang, paling tepat memutar lagu Tame Impala - Feels Like We Only Go Backwards special buat diriku sendiri (exactly, I'm playing it, singalong with my laptop) terkait kehidupan saya yang lagi lucu-lucunya.

Years ago I was wild enough to move in an apartment, living with many different new friends. Saat itu semua baik-baik saja, mumpung rencana masa depan belum banyak dan penting-penting amat. Saat ini, rencana saya tidak seraksasa dahulu, yang terasa besar dan lebar adalah tanggung jawab yang pastinya akan sulit kutunaikan jika sebagian besar waktu dan pikiranku masih menjadi milik orang lain.

Aku mauku melanjutkan kehidupan yang baru, dengan target baru, orang-orang baru, dunia baru, dan kisah-kisah baru. Nggak mau ada pengulangan ataupun ciri khas dari masa laluku yang sudah tak relevan lagi dengan perubahan karakterku.

Ah, entah takdir mau bawa ke mana lagi
kok, aku kayak jalan mundur begini

-________________________-"