Berbahagialah orang yang mati muda. Salah. Manusia yang telah mati tidak dapat merasakan emosi lagi. Kebahagiaan itu menjadi milik kita, atas interpretasi kematian yang dialami oleh orang lain.
Berbahagialah orang yang tidak memiliki utang. Benar. Hidup tanpa utang sama dengan bernapas tanpa beban dan tentulah dapat dirasakan dengan kesadaran penuh oleh manusia yang masih bernafas. Yang kumaksudkan adalah segala jenis utang, yakni utang uang, utang jasa, termasuk utang penjelasan.
Biasa Terjadi Pada Makhluk Hidup.
February 23, 2026 Kiki S. Tjako 0 Comments
Pernahkah kamu mendengar seseorang berkata: "Saya tidak mau lagi berteman dengannya, dia telah berubah. Tidak seperti dulu lagi,"?
Dahulu, kalimat seperti itu membangkitkan hasrat ingin tahuku terhadap hal-hal yang barangkali tidak bermanfaat bagi hidupku. Mendengar cerita tentang perubahan sikap atau kejatuhan orang lain, sempat juga membuatku merasa senang --bahkan menang, padahal aku dan orang itu tidak sedang berkompetisi, tidak juga aku pernah cukup akrab dengan orang itu.
Berserah Diri
February 21, 2026 Kiki S. Tjako 2 Comments
Katanya hidup adalah perjuangan sejak manusia masih berbentuk zigot. Manusia berjuang menumbuhkan organ dan anggota tubuh, berjuang bersama ibu saat didesak keluar dari rahim, berjuang membunyikan tangisan pertama, berjuang merangkak hingga akhirnya menjadi sosok yang harus mengumpulkan semangat dari berbagai konten motivasi supaya kuat berangkat ke tempat kerja. Hidup adalah perjuangan.
Tetapi, bagaimana jika kamu lelah? Bukankah selain pasti salah, manusia juga pasti merasakan lelah? Setelah berlari empat kilometer tanda henti, akhirnya saya ngos-ngosan, saya berhenti, duduk di trotoar jalan dan fokus memelankan tempo degub. Setelahnya, saya akan menakar-nakar, apakah stamina yang tersisa masih sanggup membawa tubuhku berlari 1 atau 2 kilometer lagi. Saya lebih sering tidak memaksakan diri. Saya menyerah, pulang, dan berpikir untuk berlari lebih jauh lagi di kesempatan berikutnya.
Beberapa kali saya berjuang demi nilai-nilai yang saya yakini. Semacam hamba yang bersetia pada diri sendiri. Rupanya kesetiaan semacam itu juga dapat melelahkan. Saya pernah berjuang menjadi satu-satunya orang yang taat aturan, pun dipatahkan oleh dominasi orang-orang yang tidak taat. Menurut mereka, saya salah. Menurut pikiranku sendiri, saya satu-satunya orang yang benar di antara pergumulan manusia sesat pikir. Sedemikian kuatku sampai aku pun merasakan lelah berkepanjangan.
Saat itulah, aku menyerah. Kuserahkan semuanya pada hamparan keadaan di hadapanku. Aku tidak berupaya mencerna, tidak juga hendak kujelaskan betapa lelahnya diriku. Aku hanya duduk di pelataran depan ruko yang tak pernah dilirik orang lain. Kupeluk tubuhku sendiri,
"Tidak apa-apa. Kamu lelah, berserah diri, tetapi kamu tetap unik"
Setelahnya, alam semesta mengambil perannya. Pola-pola yang sebenarnya telah kuketahui hanya jarang kuperhatikan, mulai menari mengikuti tempo jantung kehidupan. Seperti itulah adanya. Ketika satu menyerah, lainnya berjuang.
Uban
February 18, 2026 Kiki S. Tjako 0 Comments
Biji dam, papan catur, bedak karambol
Subscribe to:
Comments (Atom)




0 Comments:
Post a Comment